Biasanya, setelah kita selesai memposting, hal yang selanjutnya kita lakukan adalah men-tang postingan yang kita buat tadi. Namun mungkin kadang kita lupa untuk mendeskripsikan meta tag. Kita hanya berhenti sampai menulis pada sidebar meta tag, seperti pada gambar di bawah ini:
Apa pentingnya deskripsi meta tag?
Ya, walaupun dari Wordpress tertulis kalimat: “The description is not prominent by default, however some themes may show it.” Namun fungsi deskripsi meta tag lebih dari itu. Deskripsi meta tag digunakan oleh sebagian besar search engine untuk mengindeks halaman web kita. Seperti yang kita ketahui bersama, di awal tahun 2010, search engine terbesar saat ini, Google akan mengeluarkan Google Caffeine, the next generation seach engine.
Setelah kita menuliskan meta tag lalu apa yang seharusnya dilakukan?
Langkah selanjutnya adalah memeriksa apakah seluruh properti meta tag sudah terisi, jika belum lakukan pengeditan lewat menu Post Tag.
Biasanya kolom tag slug sudah secara otomatis terisi jika kita menuliskan post tag. Kolom yang sering kosong adalah kolom description. Kita perlu menuliskan deskripsi meta tag.
Misalnya, setelah saya menuliskan post tag “blog”. Maka dalam kolom post tags, properti meta tag nya adalah sebagai berikut:
Kemudian tambahkan meta tag description.
Alternatif lain, buat daftar meta tag pada gambar berikut ini. Cara ini akan mempersingkat kita untuk menuliskan meta tag setalah kita memposting suatu tulisan.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.






saya belum memperhatikan soal itu mbak…hehe…o y, linknya sudah saya pasang…